Xiaomi 18 muncul dalam database IMEI GSMA, menandai langkah menuju peluncuran resmi. Informasi ini membawa kejutan terkait mundurnya jadwal rilis dan indikasi pembatalan varian Ultra.

Perangkat terdaftar dengan nama kode internal Madrid. Empat varian regional berbeda menunjukkan ambisi besar untuk meluncurkan seri ini secara global sejak awal pemasaran.

>>> Saham Antam Melonjak 9,82 Persen Jelang Pembagian Dividen Rp 5,04 Triliun

Pendaftaran di GSMA IMEI merupakan langkah wajib sebelum gawai dapat diaktifkan di jaringan seluler. Kemunculan ini menandakan produk sedang dalam fase sertifikasi akhir menjelang rilis komersial.

Xiaomi 18 memiliki empat model regional spesifik. Varian tersebut meliputi kode 2611FPNFAR untuk Tiongkok, 2611FPNFAG untuk India, 2611FPNFAI untuk global, dan M154FF untuk Jepang.

Keberadaan varian India dan Jepang sejak awal dinilai mencolok.

Strategi ini berbeda dengan seri terdahulu yang dirilis bertahap, karena perusahaan ingin mempercepat adopsi global demi membendung kompetitor.

Arti Kode Waktu dan Jadwal Peluncuran

Awalan nomor model menjadi petunjuk dalam memprediksi waktu rilis. Perusahaan menggunakan pola angka 25 untuk tahun 2025 dan angka 26 untuk tahun 2026.

Kombinasi angka 2611 secara konsisten merujuk pada November 2026 berdasarkan pola historis. Informasi ini menepis rumor awal yang menyebut perangkat akan meluncur pada September.

Keputusan menggeser jadwal ke November membuat pabrikan dapat menghindari bentrokan pasar dengan Vivo X500 dan Redmi K100.

Langkah ini juga strategis untuk menantang model premium lain yang sudah stabil di ritel.

Identitas Kode Madrid

Nama kode Madrid awalnya diduga merujuk pada versi Pro. Namun, analisis firmware internal dari komunitas Mi Code mengindikasikan perubahan strategi penomoran dari pihak pabrikan.