"Bukan sekadar agar terlihat di internet, tetapi agar informasi yang beredar tentang sebuah brand tetap akurat, kredibel, dan relevan ketika AI menjadi perantara utama antara konsumen dan informasi," tambah Dedy.

Temuan ini mendapat validasi dari Co Provost 1 Universitas Prasetiya Mulya, Dr.rer. pol.

Christiana Yosevina, yang menilai pergeseran ini menuntut organisasi meninjau ulang strategi komunikasi mereka.

"Tantangan perusahaan tidak lagi sekadar ditemukan secara online, tetapi juga dipahami dengan benar oleh AI.

Temuan AI Citation Gap menunjukkan bahwa kualitas konten dan kredibilitas sumber kini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen," pungkas Christiana.

>>> Pemerintah Tetapkan Libur Lebaran 2026: Siswa Libur 16-27 Maret, ASN 18-24 Maret

Kajian ilmiah dari program doktoral Universitas Prasetiya Mulya ini diharapkan menjadi panduan bagi pelaku usaha agar merek mereka tetap relevan, kompetitif, dan dipercaya di era AI Search.