Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta pada Senin (15/6/2026) untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Jerman dan Indonesia.

>>> Indomaret Gelar Promo Belanja Hemat dan Bagi Hadiah Miliaran Rupiah

Pemimpin Jerman tersebut dijadwalkan melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Kunjungan resmi diawali dengan upacara penyambutan militer di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin pagi.

Seusai prosesi penyambutan, Presiden Steinmeier dan Presiden Prabowo mengadakan pertemuan empat mata. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda penting, termasuk perluasan kemitraan ekonomi dan nilai-nilai demokrasi.

Pihak Berlin memandang Indonesia sebagai mitra kunci di Asia Tenggara. Hal ini terutama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik serta mengatasi perubahan iklim.

Fokus Kerja Sama Strategis

Laman resmi kepresidenan Jerman (Der Bundesprasident) mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama strategis.

Pembahasan mencakup sektor bisnis, transisi energi berkelanjutan, perlindungan iklim, ketenagakerjaan, hingga pertukaran budaya.

>>> Kemnaker Terbitkan Aturan WFH Sektor Swasta Maksimal Sekali Seminggu

"Kedua pemimpin juga akan menegaskan komitmen bersama terhadap demokrasi, tatanan berbasis aturan, serta keterlibatan multilateral yang kuat di kawasan Indo-Pasifik," ungkap pernyataan resmi tersebut, Senin.

Selain pertemuan formal dengan Presiden Prabowo, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahim. Kunjungan ke situs tersebut bertujuan menggarisbawahi nilai toleransi beragama di Indonesia.

Setelah itu, ia akan melanjutkan dialog dengan lembaga pemikir lokal.

Kunjungan kenegaraan ke Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan luar negeri Presiden Steinmeier di Asia dan Asia Tengah yang berlangsung dari 14 hingga 18 Juni 2026.

>>> Promo Indomaret 16-22 April 2026: Diskon Frisian Flag hingga Kilau Nipis

Setelah menyelesaikan agendanya di Indonesia, Presiden Jerman dijadwalkan terbang menuju Filipina dan Uzbekistan.