Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, sejumlah teknologi kecerdasan buatan dan pakar matematika telah merilis prediksi juara turnamen.

Superkomputer Opta, setelah melakukan simulasi sebanyak 25 ribu kali, menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat dengan probabilitas 16,1 persen.

>>> Robert Lewandowski Pastikan Tinggalkan Barcelona Akhir Musim 2025/2026

Tiga model kecerdasan buatan populer, yaitu Grok, Claude, dan ChatGPT, juga menjagokan Spanyol. Sementara itu, model Gemini memilih Prancis sebagai pemenang utama.

Jika persentase dari keempat model AI tersebut dirata-rata, Spanyol memimpin dengan 18,6 persen, diikuti Prancis 16,8 persen, Inggris 12,4 persen, dan Argentina 11,2 persen.

Opta Analyst menjelaskan bahwa Prancis, Inggris, dan Argentina menyusul di belakang Spanyol dengan selisih tipis, semuanya memenangkan Piala Dunia dalam lebih dari 10 persen simulasi.

Simulasi superkomputer juga menunjukkan bahwa negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memiliki peluang sangat kecil untuk menang.

Hanya 35,9 persen dari 25 ribu simulasi yang memperlihatkan sebuah negara memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Pakar Matematika Jerman Pilih Belanda

Di sisi lain, pakar matematika asal Jerman yang menetap di Inggris, Joachim Clement, justru menjagokan Belanda sebagai juara berdasarkan empat kriteria khusus.

Clement, yang sukses menebak juara dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, menggunakan kriteria jumlah populasi negara peserta.

"Jika Anda memiliki populasi yang lebih besar di negara Anda, Anda akan memiliki kumpulan talenta yang lebih besar yang dapat Anda manfaatkan," kata Clement.

>>> Hyundai E&C Hillstate Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi dan Jordan Wilson

Faktor kedua adalah situasi iklim di negara asal tim nasional. Clement menekankan pentingnya kemampuan bermain sepak bola sepanjang tahun.