"Ketika 58 individu mati dari 580, itu berarti 10-11% populasi di wilayah tersebut," tulis laporan.

Pemerintah Indonesia dilaporkan menghentikan sementara sejumlah proyek di area hutan lindung Batang Toru, termasuk pertambangan dan perkebunan, untuk mengevaluasi risiko ekologis.

Tim penulis studi menekankan krisis ini menunjukkan kerentanan orang utan Tapanuli terhadap perubahan iklim, bencana alam, dan hilangnya habitat.

Dukungan internasional sangat dibutuhkan.

"Krisis ini menggambarkan pertemuan antara ketidakstabilan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kerentanan, sehingga membutuhkan respons terkoordinasi," tulis laporan.

>>> Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Spanyol dan Belgia Siap Berlaga

"Melalui perlindungan domestik yang diperkuat, perencanaan responsif iklim, serta bantuan finansial dan teknis global, kita masih bisa mencegah kepunahan pertama spesies kera besar di era modern," lanjutnya.