Platform pesan antar makanan Zomato menjadi perbincangan setelah beredarnya notifikasi palsu yang mempromosikan nasi biryani dengan harga 370 Rupee (sekitar Rp70 ribu).

Pesan tersebut dinilai meresahkan karena mengaitkan makanan dengan isu persetujuan aktivitas seksual atau consent.

>>> Investor Asing Jual Bersih Saham BUMI Rp 179 Miliar di Tengah Penguatan Harga

Kegaduhan bermula di India ketika tangkapan layar promosi itu tersebar luas di media sosial, seperti dikutip dari Detik Food pada 11 Juni 2026.

Isu ini awalnya muncul dalam materi stand up komedi oleh komika India, Pranit More, yang mengangkat cerita dari seorang penonton bernama Himanshu Jangra.

Klarifikasi Zomato

Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen, manajemen Zomato segera mengambil tindakan tegas.

Perusahaan yang dikenal dengan strategi komunikasi jenaka ini membantah telah merilis pemberitahuan tersebut.

"Biryani adalah makan malam, bukan pernyataan persetujuan. Tangkapan layar pemberitahuan yang kamu lihat dengan nama kami adalah palsu.

Kami tidak pernah menulis atau mengirimkan pesan tersebut," kata perwakilan Zomato.

>>> Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 Malam Ini 15 Juni di TVRI

Reaksi Warganet

Klarifikasi Zomato memicu gelombang komentar dari pengguna media sosial tentang relasi kencan.

Banyak warganet menyuarakan kritik terhadap ekspektasi keliru saat mentraktir makanan.

"Suarakan lebih banyak lagi! Membelikan makanan (kepada teman kencan) bukan berarti mendapat persetujuan untuk segala hal," ujar salah satu netizen.

Ada pula yang berkomentar jenaka, "Kalau ini melibatkan tentang Biryani dengan ayam, apakah kalian sudah mendapat persetujuan dari ayamnya?"

Pengguna aktif Zomato juga menyadari kejanggalan promosi tersebut karena tidak pernah menerima pesan serupa, membantu meredam penyebaran hoaks.

>>> Timnas Iran Hadapi Selandia Baru di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026

"Saya juga pengguna Zomato, tetapi tidak pernah menerima pemberitahuan seperti itu. Sudah jelas, itu palsu," tutur seorang pengguna.