Penjaga gawang utama Borneo FC, Nadeo Argawinata, memberikan tanggapan mengenai keputusan manajemen yang melepas 15 pemain serta jajaran tim pelatih pada musim lalu.

Langkah perombakan besar-besaran ini diambil setelah tim berjuluk Pesut Etam tersebut menyelesaikan kompetisi di peringkat kedua.

>>> Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Setelah Resign

Padahal, performa Borneo FC musim lalu cukup impresif dengan membayangi sang juara, Persib Bandung.

Kedua tim mengoleksi poin yang sama, yaitu 79 poin.

Borneo FC harus puas di posisi runner-up karena kalah catatan head to head, setelah meraih satu kekalahan dan satu hasil imbang saat menjamu Persib Bandung.

Tanggapan Nadeo soal Perombakan Skuad

Nadeo Argawinata menilai keputusan klub melepas belasan pemain dan pelatih kepala merupakan hal yang lumrah dalam industri sepak bola profesional.

Fenomena bongkar pasang skuad ini juga bukan hal baru bagi Borneo FC dalam beberapa musim terakhir.

"Di dalam sepak bola, itu hal normal pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu.

Dari beberapa tahun ini kebetulan Borneo FC selalu begitu, jadi sudah cukup biasa," kata Nadeo.

Eksodus besar-besaran di kubu Pesut Etam tidak membuat penjaga gawang kelahiran Kediri ini goyah untuk ikut meninggalkan klub.

>>> Kemenkeu Siapkan Dana untuk Program Biodiesel B50 pada 2027

Pemain yang telah setia mengawal gawang Borneo FC selama enam musim ini menegaskan bahwa pemilihan klub baru memerlukan pertimbangan yang matang.

Faktor jaminan posisi utama di bawah mistar gawang serta kondisi finansial klub yang sehat menjadi pertimbangan utama.

Selain itu, keseriusan pihak manajemen untuk mempertahankan jasanya membuat Nadeo memantapkan pilihan di Samarinda.