Tim riset UBS menilai pembentukan kredit bermasalah baru menunjukkan perbaikan menjadi di bawah Rp2 triliun per bulan sejak Desember 2025, meskipun risiko penurunan masih ada akibat inflasi.

"Tim manajemen menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin dan potensi pengetatan lanjutan dapat menekan margin.

Namun, biaya kredit diperkirakan tetap dalam rentang panduan," tulis riset UBS.

Di sisi lain, Macquarie memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp2.740, sementara DBS Bank memberikan status hold dengan target Rp3.000 per saham.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan BBRI tetap solid.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 setelah memperhitungkan efek buyback, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 22,86% dan Return on Equity (ROE) sebesar 18,37%.

>>> 21 Ide Ice Breaking MPLS 2026 untuk SD, SMP, SMA yang Seru dan Interaktif

Angka tersebut menunjukkan perseroan memiliki kapasitas permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis, memperluas pembiayaan, dan memitigasi risiko.