"Kebetulan juga ada teman yang bisa impor part dari Jepang, jadi tinggal titip teman saja yang bantu beliin," kata Toto.

Sektor interior juga tidak luput dari perombakan total, meskipun pemasangan seluruh komponen kabin Type R tidak bisa dilakukan secara plug and play pada sasis Civic standar.

>>> Mengenal Empat Peringatan Penting dalam Daftar Hari Besar 18 Februari

"Kalau misalnya ini saya lebih ke reinforce saja sih, reinforce sasis biar makin rigid sebenarnya. Tapi kalau secara sasis 98 persen sama.

Makanya sudah enggak ada perubahan, tinggal pasang seperti mesin biasa," ujar Toto.

Penggantian mesin standar ke jantung pacu Type R menghasilkan lonjakan performa yang sangat masif.

Mesin naturally aspirated (NA) balap terakhir dari Honda tersebut mendongkrak tenaga mobil dari 155 dk menjadi sekitar 260 dk.

"Interiornya sama sekali enggak plug and play. Cuma model Type R dengan Civic biasa," kata Toto.

Proyek ambisius ini menghabiskan anggaran yang mendekati angka Rp1 miliar.

Toto berkomitmen menggunakan komponen original baru serta mengedepankan kualitas restorasi agar hasil akhir mobil menyerupai kondisi baru keluar dari diler.

"Kalau sisi mesin jauh, karena ini kan sudah jadi Type R dan secara HP dan secara torsi itu beda jauh.

Karena ini bisa dibilang mesin NA. Mesin balap Honda terakhir NA," ujar Toto.

Biaya terbesar dalam seluruh rangkaian pengerjaan modifikasi ini diakui paling banyak tersedot pada proses restorasi detail kendaraan. "Untuk budget lumayan, bisa sampai Rp 1 miliar kurang," ujar Toto.

Target utama dari pengerjaan modifikasi Civic FD ini adalah mencapai penyelesaian akhir dengan standar kualitas yang tinggi. "Karena part-partnya sejujurnya enggak murah dan original semua.

Nah yang paling pedas biasanya yang bikin anggaran bengkak itu di restorasi," kata Toto.

Seluruh pengerjaan restorasi dan modifikasi ini dilakukan demi memastikan mobil memiliki performa dan tampilan yang prima.

>>> Nestory Irankunda Cetak Rekor Saat Australia Tundukkan Turki

"Kembali lagi, waktu saya bangun mobil, saya selalu finishing-nya itu adalah mobil seperti baru, seperti keluar dari diler," ujar Toto.