Perjalanan karier Nunez meninggalkan kesan bercampur aduk. Ia tampil cemerlang di Benfica antara 2020 dan 2022 dengan 48 gol dari 85 penampilan.

Namun, di Liverpool ekspektasi itu tidak terpenuhi. Ia hanya mencetak 40 gol dari 143 penampilan, termasuk 25 gol di Premier League.

Kepindahannya ke Al-Hilal pada Agustus 2025 juga tidak menghasilkan kebangkitan. Produktivitasnya menurun hingga ia kehilangan tempat di skuad utama.

Kesepakatan yang Sulit Dijustifikasi

Di atas kertas, Nunez tanpa biaya transfer terdengar menarik. Namun, perhitungan menjadi rumit ketika faktor gaji dan biaya tanda tangan diperhitungkan.

Nunez dipastikan akan menuntut paket gaji besar sebagai kompensasi tidak adanya transfer fee.

Bagi Barcelona yang masih berjuang dengan isu keuangan, komitmen jangka panjang seperti itu bukan keputusan mudah.

>>> New York Knicks Akhiri Puasa Gelar NBA Selama 53 Tahun

Nunez memang bukan pemain buruk, namun Barcelona membutuhkan lebih dari sekadar opsi murah. Mereka membutuhkan penyerang yang bisa langsung berdampak di level tertinggi Eropa.