FIFA resmi memberlakukan jeda minum atau hydration break pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh laga tanpa pengecualian.

Jeda minum diberikan selama tiga menit pada menit ke-22 di setiap babak. Aturan ini diumumkan FIFA sejak Desember 2025.

>>> Achraf Hakimi Resmi Disidang atas Dugaan Pemerkosaan, Harta Cerai Jadi Sorotan

Berbeda dengan sebelumnya yang hanya diterapkan saat suhu ekstrem, kini hydration break bersifat mutlak. Stadion dengan atap tertutup atau wilayah beriklim sejuk seperti Seattle tetap wajib menjalankannya.

Langkah ini diambil untuk menjaga kebugaran pemain tetap optimal. Evaluasi didasarkan pada pengalaman turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat.

Cuaca panas saat itu memicu keluhan pemain.

>>> Jose Mourinho Mulai Rombak Skuad Real Madrid, Lima Pilar Dipertahankan

Gelandang Chelsea Enzo Fernandez mengeluh pusing, sementara pelatih Enzo Maresca memotong sesi latihan karena peringatan cuaca merah di Philadelphia.

Pemain Atletico Madrid Marcos Llorente juga merasakan sakit luar biasa di kakinya usai bertanding di Pasadena, California.

Kritik dan Aspek Komersial

Meski bermanfaat, kebijakan ini menuai kritik. Sejumlah pihak menilai jeda di tengah laga membuat sepak bola kehilangan identitasnya.

>>> Alisson Becker Akui Sengaja Absen Bela Liverpool Demi Piala Dunia

Alur permainan dinilai mirip olahraga Amerika yang terbagi dalam kuarter. Sorotan juga mengarah pada peluang iklan saat jeda minum.