Kapten tim nasional Maroko Achraf Hakimi resmi dikirim ke sidang pengadilan oleh hakim instruktur atas dugaan kasus pemerkosaan di Prancis.

Kasus ini berjalan beriringan dengan proses perceraian kontroversial bersama mantan istrinya, Hiba Abouk, yang berujung pada sengketa harta kekayaan.

>>> Jose Mourinho Mulai Rombak Skuad Real Madrid, Lima Pilar Dipertahankan

Penyelidikan bermula pada Februari 2023 ketika seorang perempuan berusia 24 tahun melaporkan bahwa Hakimi melakukan kekerasan seksual di kediamannya di Boulogne-Billancourt.

Keduanya dikabarkan berkenalan melalui media sosial Instagram.

Jaksa penuntut dari Nanterre menindaklanjuti laporan tersebut hingga hakim memutuskan menaikkan status kasus ini ke persidangan.

Pengacara Hakimi mengajukan banding ke Pengadilan Banding Versailles yang keputusannya akan diumumkan pada 19 Juni 2026.

"Hoy en día, una acusación de violación basta para justificar un juicio, aun cuando la he impugnado y todo demuestra que es falsa.

Es tan injusto para los inocentes como para las víctimas sinceras," kata Achraf Hakimi.

Pihak pembela mengklaim bahwa pelapor menolak menjalani tes medis DNA dan tidak bersedia memberikan identitas saksi-saksi kunci.

>>> Alisson Becker Akui Sengaja Absen Bela Liverpool Demi Piala Dunia

"La acusación se basa únicamente en la palabra de una mujer que entorpeció todas las investigaciones, se negó a someterse a cualquier examen médico y prueba de ADN, y se negó a dar el nombre de testigos clave," ujar Fanny Colin, pengacara Hakimi.

Perceraian dan Sengketa Harta

Di tengah kasus pidana tersebut, proses perceraian Hakimi dengan Hiba Abouk yang menghasilkan dua anak juga memicu kehebohan.

Tim hukum Abouk menemukan bahwa pemain berusia 27 tahun itu tidak memiliki aset atas namanya sendiri karena seluruh kekayaannya telah dialihkan dan didaftarkan atas nama ibunya, Saida Mouh, sejak awal karier profesionalnya.