Daging olahan seperti sosis dan bacon sering menjadi pilihan praktis namun sebaiknya dihindari. Satu iris daging olahan mengandung sekitar 123 miligram natrium berdasarkan data USDA.

Kandungan garam yang tinggi dapat mengikat air di dalam tubuh, meningkatkan volume darah, dan memberi tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah.

Lemak jenuh dan bahan pengawet seperti nitrat juga memicu peradangan dan merusak elastisitas pembuluh darah.

Minuman bersoda mengandung kafein, natrium, dan sirup jagung fruktosa tinggi. Uji klinis menunjukkan fruktosa dapat menaikkan tekanan darah bahkan pada individu muda yang sehat.

Fruktosa juga meningkatkan resistensi perifer total, sehingga tubuh memerlukan lebih banyak tenaga untuk mengalirkan darah.

Konsumsi alkohol tiga kali atau lebih dalam sehari berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi. Alkohol mempercepat denyut jantung, meningkatkan volume stroke, dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Alkohol juga memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin serta mengaktifkan renin. Akibatnya, jantung memompa darah lebih keras, berpotensi merusak organ dalam dan meningkatkan risiko stroke.

>>> Timnas Brasil Siap Hadapi Maroko Tanpa Neymar di Piala Dunia 2026

American Heart Association merekomendasikan batas konsumsi alkohol tidak lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita.