Selain itu, dominasi Musk di perusahaan menjadi sorotan karena ia memegang 82% hak suara melalui kelas saham khusus, memberinya kendali penuh meskipun porsi kepemilikan saham ekonominya jauh lebih kecil.

Perjalanan SpaceX menuju status perusahaan publik tidak lepas dari misi jangka panjang sejak didirikan pada 2002.

Antara awal 2025 hingga Maret 2026, SpaceX mencatat kerugian US$ 8,7 miliar, mencerminkan tingginya biaya riset dan pengembangan infrastruktur luar angkasa.

Ke depannya, SpaceX bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur data global dari orbit bumi.

>>> 4 Trik Membersihkan dan Merapikan Mainan Anak dengan Cepat

Rencana besar Musk untuk menempatkan pusat data sebesar lapangan sepak bola di luar angkasa dan pengembangan xAI menjadi kunci bagi SpaceX untuk mencapai profitabilitas yang stabil.