Pasar MPV ramah lingkungan di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran BYD M6 DM. Mobil keluarga ini langsung menjadi pesaing Toyota Veloz Hybrid yang sudah lebih dulu dijual.

Keduanya menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi, tetapi menggunakan teknologi elektrifikasi berbeda. BYD mengusung sistem Plug-in Hybrid (PHEV) yang baterainya bisa diisi ulang dari colokan listrik eksternal.

>>> Donald Trump Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Timnas AS

Sementara Toyota Veloz Hybrid mengandalkan hybrid konvensional. Baterai mobil ini mengisi daya secara mandiri melalui mesin dan pengereman regeneratif.

Perbedaan Harga dan Dimensi

Selisih harga kedua mobil hanya Rp 5 juta.

BYD M6 DM varian termurah dibanderol Rp 298 juta, sedangkan Toyota Veloz Hybrid tipe terendah dijual Rp 303 juta.

Dari segi ukuran, BYD M6 DM sedikit lebih besar.

Panjangnya 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, dengan jarak sumbu roda 2.800 mm dan ground clearance 170 mm.

Toyota Veloz Hybrid memiliki dimensi panjang 4.512 mm, lebar 1.780 mm, tinggi 1.700 mm, jarak poros roda 2.750 mm, dan ground clearance lebih tinggi 205 mm.

>>> Nixon Napitupulu: BTN JAKIM 2026 Bukti Kesadaran Hidup Sehat Meningkat

Performa Mesin dan Efisiensi BBM

BYD M6 DM menggunakan mesin 1.5 L plug-in hybrid 1.498 cc. Tenaga puncaknya 120 kW dengan torsi 210 Nm.

Konsumsi BBM diklaim mencapai 65 km/liter.

Saat menggunakan baterai murni, mobil bisa menempuh 45 km, dan total jarak tempuh kombinasi mencapai 1.300 km.

Toyota Veloz Hybrid dibekali mesin 1.496 cc 2NR-VEX. Tenaga mesin 91 PS pada 5.500 rpm, torsi 121 Nm pada 4.000-4.800 rpm.

Motor listriknya menghasilkan 80 PS dan torsi 141 Nm, sehingga total output sistem 111 PS. Konsumsi BBM Veloz Hybrid sekitar 28,9 km/liter.

>>> Lukita Maxwell Ukir Prestasi di Hollywood Lewat Film Horor Backrooms

Fitur Varian Terendah

Pada tipe paling murah, BYD M6 DM sudah dilengkapi Cruise Control dan Rear View Camera. Toyota Veloz Hybrid juga menyematkan kamera mundur untuk memudahkan parkir.