"Harmoni sejati tidak dibangun atas keseragaman, melainkan melalui pengelolaan perbedaan secara adil," kata Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim mendesak agar dialog lintas agama tidak berhenti pada simbolisme, melainkan diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata.

Sultan Nazrin Shah mengingatkan kerentanan generasi muda yang hidup dalam lingkungan digital terkendali algoritma sehingga memicu polarisasi. "Anak muda saat ini bertanya: Di mana tempat saya?

Siapa yang bisa saya percaya? Nilai apa yang masih relevan?"

ujarnya.

Sultan Nazrin Shah menambahkan bahwa perdamaian harus dibangun secara aktif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. "Di era fragmentasi seperti sekarang, hidup berdampingan menjadi tindakan yang membutuhkan keberanian," katanya.

Tantangan hubungan generasi muda dan institusi keagamaan juga dibahas oleh Sekretaris Jenderal Islamic Universities League, Samy El-Sherif.

Ia menyebut fenomena menjauhnya anak muda dari agama dipicu kesenjangan komunikasi dan keterbatasan digital institusi keagamaan.

Akademisi dari UTM University, Badriyah Saleem, menilai teknologi dapat menjadi peluang pendidikan keagamaan melalui pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan keterlibatan anak muda.

>>> Emiliano Martinez Kembali Berlatih Normal Jelang Piala Dunia 2026

Forum internasional ditutup dengan seruan penguatan kolaborasi antar-tokoh agama, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil demi memerangi intoleransi serta radikalisme daring.