Pelatih kepala Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyatakan kesiapannya dalam wawancara resmi bersama FIFA sebelum laga bergulir. "Saya sangat percaya pada pemain saya dan prosesnya.

>>> China Percepat Hilirisasi Batu Bara di Tengah Anjloknya Harga Pasar

Kami sangat percaya diri. Tapi kami tahu kami harus bersaing," ujar Pochettino.

Pochettino menambahkan bahwa pertandingan pertama selalu menyulitkan bagi setiap tim karena kualitas merata yang dimiliki oleh sang lawan.

"Pertandingan pertama bagi semua orang adalah sulit. Paraguay adalah tim yang sangat bagus dengan pemain yang sangat bagus dan pelatih yang sangat bagus.

Mereka kompetitif," ucapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya performa maksimal agar timnya bisa mengamankan poin penuh di laga perdana ini. "Kami paham kami harus bermain bagus untuk memenangkan pertandingan dan bersaing.

Kami harus mengimbangi mereka dan kami harus mencoba bermain dengan cara yang kami inginkan," tutur Pochettino.

Sementara itu, kisah mengenai perkembangan sepak bola di Amerika Serikat turut dibagikan oleh seorang warga bernama Peter Rehwaldt dari Kansas City melalui surat elektronik yang dilansir oleh The Guardian.

Ia mengenang pengalamannya menonton Piala Dunia 1982 bersama mahasiswa Belanda tanpa suara komentator televisi.

"Kami bertiga mengambil alih area ruang santai bersama, dan karena tidak ada dari kami yang bisa berbahasa Spanyol, kami mematikan suaranya," tulis Rehwaldt.

Ia menceritakan bagaimana momen tersebut menjadi sangat berkesan karena jalannya pertandingan yang dipandu secara mandiri oleh rekan-rekannya.

"Sila anak-anak Belanda itu tahu banyak pemain, dan memberikan ulasan pertandingan mereka sendiri, yang sering kali kocak sekaligus tidak layak untuk setelan keluarga.

>>> Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai di Stadion Azteca Meksiko

Singkatnya, Piala Dunia 1982 sangat menyenangkan," kata Rehwaldt.