"Jika saya terus tampil dengan level yang sama, perpanjangan kontrak tidak akan menjadi masalah.

Namun, Real Madrid adalah klub elit, dan pada suatu saat mereka harus memikirkan pengganti saya. Pilihan idealnya adalah bisa mengakhiri karier di Madrid," ujarnya.

Courtois juga mengenang masa lalunya di bawah arahan José Mourinho di Chelsea yang kerap menerapkan metode pembinaan emosional ketat.

Ia menceritakan pengalaman saat Mourinho menempatkannya di bangku cadangan karena dua umpan silang dari sayap dalam pertandingan sebelumnya.

Cedera robekan ligamen cruciatum di masa lalu mengubah cara pandangnya dalam mengelola tekanan pertandingan.

Saat ini, Courtois memilih fokus penuh untuk mengawal gawang Belgia di Grup G Piala Dunia 2026.

"Saya sangat bersemangat, sama seperti pemain lainnya. Kondisi saya sangat baik dan saya tidak sabar untuk bermain," kata Courtois.

Ia menyatakan kesiapannya tampil habis-habisan setelah pulih dari cedera otot paha depan yang sempat mengganggu musim lalu.

>>> BGN Evaluasi Insentif Rp6 Juta per Hari Dapur Makan Bergizi Gratis

Belgia dijadwalkan melakoni laga perdana kontra Mesir, lalu berturut-turut menantang Iran dan Selandia Baru di babak penyisihan grup.