Di samping itu, penyelenggara menyediakan Peace Pledge Wall sebagai sarana bagi publik untuk menorehkan komitmen tertulis dalam mempromosikan lingkungan yang suportif dan rukun.

Pesan-pesan tertulis tersebut memicu kesadaran kolektif untuk saling menjaga, baik di dalam area pertandingan maupun di kehidupan sosial.

Dua program interaktif tersebut mempertegas pesan utama bahwa di balik riuhnya atmosfer pertandingan, terdapat individu-individu dengan beragam dinamika emosi yang memerlukan ruang perhatian.

Dukungan dari Utusan PBB dan Tokoh Nasional

Gerakan sosial yang diinisiasi oleh UniLeague ini menarik perhatian para pejabat dan perwakilan lembaga internasional yang hadir menyaksikan laga UMJ versus UKI.

Mereka ikut menggoreskan pesan dukungan pada Peace Pledge Wall sebagai bentuk afirmasi terhadap kampanye tersebut.

Di antara figur yang hadir adalah Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Heru Hartanto, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kementerian Luar Negeri RI Kamapradipta Isnomo, serta praktisi sepak bola nasional Ratu Tisha Destria.

Heru Hartanto mengekspresikan kekagumannya terhadap pemanfaatan sepak bola sebagai media edukasi kesehatan jiwa sekaligus penyebar perdamaian.

>>> Marcus Rashford Ingin Bertahan Lebih Lama di Barcelona

"Sepak bola merupakan bahasa universal, di mana pertandingan menunjukkan sportivitas dan penghormatan kepada pemain yang lainnya.

Di tribun kita juga melihat ada koneksi antara penonton suporter maupun seluruh pihak yang terlibat dan di sini semua mengembangkan satu misi bersama bahwa perdamaian ini membawa pesan universal untuk semua kalangan.

Saya juga melihat secara real, opportunity mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan," ujar Heru.