Mengapa Afrika?" kata Adonis.

Akibat aturan ketat tersebut, organisasi yang dipimpin Adonis membatalkan pengiriman rombongan suporter ke AS.

Menurutnya, negara yang tidak bersedia menerima pendukung dari tim peserta semestinya tidak diberikan hak menjadi tuan rumah turnamen.

"Sepakbola adalah sebuah pertunjukan, dan pertunjukan membutuhkan penonton," ujar Adonis.

Ketua Asosiasi Suporter Yordania, Abu Kass, juga mengeluhkan penolakan pengajuan visa meski membawa puluhan dokumen pendukung saat wawancara.

"Dalam tiga hingga empat bulan terakhir, banyak permohonan ditolak. Jika ketua asosiasi suporter saja ditolak, lalu siapa yang akan diterima?"

kata Kass.

Pengacara imigrasi Celine Atallah menjelaskan bahwa sistem dokumen FIFA Pass yang disediakan penyelenggara tidak menjamin persetujuan visa.

"FIFA bisa menjual tiket, tetapi pemerintah AS yang menentukan siapa yang mendapatkan visa," ujar Atallah.

Meskipun FIFA Pass dapat mempercepat jadwal wawancara bagi pemilik tiket, hal itu tidak otomatis membuat visa disetujui.

>>> Mengenal Ilusi Kesibukan dalam Organisasi

Menanggapi kritik, Departemen Luar Negeri AS menyatakan kesiapan menyambut pengunjung, namun menegaskan setiap pemohon wajib melewati pemeriksaan ketat demi keamanan negara.