Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, ia memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan berkisar antara Rp17.850 hingga Rp17.980 per dolar AS.

"Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak, kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Namun, karena belum ada kesepakatan final, pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati," ujar Amru.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai langkah BI menggelar rapat mingguan juga memberi sinyal keleluasaan moneter di masa depan.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026 turut mengurangi beban anggaran negara.

>>> Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

"Langkah BI menaikkan suku bunga dan rapat mingguan ini mensinyalkan bahwa BI akan lebih leluasa untuk kembali menaikkan suku bunga ke depannya," kata Lukman kepada CNNIndonesia.

com, Kamis (11/6/2026).

Sentimen positif fiskal ini dinilai memperkuat perbaikan struktur ekonomi domestik di mata para pelaku pasar keuangan.

"Kenaikan harga Pertamax juga positif karena menurunkan beban anggaran," ujarnya.

Sementara itu, pengamat pasar uang Ariston Tjendra menduga adanya langkah intervensi terkoordinasi di pasar keuangan.

Indikasi ini terlihat dari pergerakan menguat yang terjadi secara bersamaan antara nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Menurut saya ada intervensi dari BI dan pemerintah karena rupiah dan IHSG menguat bersamaan," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.

com.

Upaya stabilisasi tersebut dipandang perlu untuk memperkuat dampak dari penyesuaian instrumen suku bunga acuan yang diumumkan sebelumnya.

"Intervensi ini untuk mendukung kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI secara mendadak dua hari lalu," ujarnya.