>>> Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Konstruksi tambang emas bawah tanah (underground/UG) juga telah maju dengan penggalian sumur, pembangunan paste plant, dan pengembangan lateral.

Peralihan dari tambang terbuka ke UG direncanakan mulai tahun 2027.

Aktivitas pushback untuk mengakses zona kadar lebih tinggi menyebabkan pengenceran kadar sementara dari kuartal IV-2025 hingga kuartal II-2026.

Namun, langkah ini penting untuk mengoptimalkan urutan penambangan dan membuka nilai di masa depan.

Pabrik pengolahan heap-leach telah selesai pada Desember 2025 dan masih dalam uji coba. Setelah beroperasi, pabrik ini akan memproses bijih kadar rendah (

Proyek Mineral Gorontalo terus berkembang sebagai pilar pertumbuhan kedua, dengan target pengumuman sumber daya dan cadangan sesuai standar JORC pada semester pertama 2027.

Analis UBS Sekuritas Indonesia, Igor Putra, mencatat harga emas yang kuat mengimbangi volume penjualan lebih rendah dan biaya tunai lebih tinggi pada kuartal I-2026.

Rasio solvabilitas dan arus kas BRMS membaik, dengan rasio EBITDA terhadap bunga meningkat menjadi 5 kali dan arus kas bebas negatif menyempit menjadi US$2 juta dari US$33 juta pada kuartal I-2025.

Igor memperkirakan operasi penambangan terbuka River Reef akan selesai pada akhir Mei atau awal Juni 2026, yang dapat menyebabkan kinerja operasional lemah pada kuartal II-2026.

Namun, pada semester II-2026, lonjakan produksi emas diperkirakan terjadi didorong peningkatan kadar emas yang diproses dan biaya tunai lebih rendah.

"Kami menyukai prospek peningkatan kadar emas BRMS dan monetisasi tembaga di masa depan," ucap Igor dalam risetnya pada 1 Mei 2026.

>>> BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham di Tengah Fluktuasi Pasar

Harry Su dan Rizal merekomendasikan buy saham BRMS dengan target harga Rp1.300 per saham. Sementara Igor merekomendasikan netral dengan target harga Rp1.200 per saham.