Pegadaian Sediakan Emas Fisik untuk ETF Emas KSEI Semester II 2026
PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II 2026.
Dalam kolaborasi ini, Pegadaian bertindak sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas fisik yang menjadi aset dasar ETF Emas.
>>> Bank Saqu Perkenalkan Layanan Perbankan Digital di Malang
Sementara itu, KSEI menyediakan infrastruktur pencatatan dan penyelesaian transaksi melalui sistem C-BEST.
Kehadiran ETF Emas memudahkan investor untuk berinvestasi emas melalui mekanisme perdagangan di bursa efek.
Produk ini memanfaatkan Electronic Gold Receipt (EGR) berupa bukti kepemilikan emas digital yang dijamin emas fisik.
Sinergi Strategis Pegadaian dan KSEI
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi.
Langkah ini juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia di pasar modal global.
Investor tidak perlu lagi menyimpan emas fisik secara langsung karena instrumen ini menawarkan eksposur terhadap emas secara praktis.
Setiap unit investasi yang diperdagangkan dijamin memiliki dukungan emas fisik yang tersimpan aman di Pegadaian.
>>> Johan Aripin Muba Kembangkan JAM Coin untuk Ekonomi Desa
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menambahkan bahwa produk inovatif ini diharapkan menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan bagi Pegadaian menjadi Pemegang Rekening KSEI sejak 27 April 2026.
Status ini mempermudah Pegadaian memasukkan EGR ke sistem KSEI sehingga proses pencatatan, pemindahbukuan, dan rekonsiliasi menjadi lebih efisien.
Minat investasi emas meningkat didorong imbal hasil investasi emas dalam denominasi rupiah yang mencapai 56,7% sepanjang 2025.
Data pasar modal menunjukkan lonjakan investor domestik dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta di akhir 2025, dan terus meningkat hingga 28,19 juta investor per 8 Juni 2026.
Survei internal Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi menegaskan bahwa ETF berbasis emas merupakan produk baru yang paling ditunggu.
>>> Polisi Vietnam Gagalkan Pusat Penipuan Daring Transnasional
ETF Emas juga berpotensi dijadikan agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek sehingga investor bisa memperoleh pembiayaan tanpa menjual aset.
Update Terbaru
Jennifer Coppen Gelar Siraman dan Pengajian Jelang Nikah dengan Justin Hubner
Jumat / 12-06-2026, 17:45 WIB
DEN Rombak Skema Subsidi Energi, Beralih ke Bantuan Langsung Individu
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Harga Itel A200 Juni 2026 Mulai Rp1,5 Jutaan, Usung Layar 120Hz dan Sertifikasi IP65
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Pemerintah Didorong Naikkan Batas PTKP untuk Jaga Daya Beli
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Mengenal Sholat Isyroq: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Lengkap
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Bukalapak Angkat Mantan Kapolri Sutarman sebagai Komisaris Utama
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Kemenkeu Setujui Proyek Hunian IKN Senilai Rp6 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah di Bali
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Livery Prima Pramac
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Stadion Azteca Cetak Rekor Penyelenggaraan Laga Piala Dunia Terbanyak
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
IHSG Ditutup Menguat 2,7% ke Level 6.007 pada Perdagangan 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
DJP Sita Tiga Apartemen Pengusaha Baja Akibat Tunggakan Pajak
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Rupiah Menguat Signifikan Berkat Bauran Kebijakan BI dan Pemerintah
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB






