Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi menargetkan finalisasi pra-feasibility study untuk 13 proyek hilirisasi tambahan pada akhir Juli 2026.

Total investasi proyek tersebut mencapai Rp239 triliun. Salah satu agenda yang dikaji adalah pembangunan jaringan kabel listrik bawah laut.

>>> BYD Resmi Luncurkan M6 DM, MPV Hybrid Mulai Rp 298 Juta

“Kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-feasibility study (FS). Mudah-mudahan akhir Juli [rampung],” kata Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Rencana ini sebelumnya sempat dipaparkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada akhir Maret lalu.

Proyek fase kedua ini berbeda dengan 20 proyek hilirisasi yang telah diumumkan sebelumnya.

“Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi, yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi,” kata Bahlil di Hambalang.

Sebelumnya, Satgas Hilirisasi telah menuntaskan kajian 18 proyek dengan estimasi nilai US$38,63 miliar atau setara Rp640,4 triliun.

Cakupan 18 proyek awal meliputi delapan program di bidang mineral dan batu bara, serta sektor transisi energi, ketahanan energi, pertanian, kelautan, dan perikanan.

Dalam realisasinya, Danantara telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk empat proyek di sektor energi. Langkah ini bagian dari total enam proyek hilirisasi yang diresmikan pada fase awal.

Pemerintah menyusun peta jalan yang melibatkan berbagai BUMN untuk mengeksekusi proyek hilirisasi fase kedua ini.

Daftar 13 Proyek Hilirisasi Tambahan

Berikut adalah daftar lengkap 13 proyek hilirisasi tambahan yang tengah difinalisasi:

Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah oleh Pertamina.

Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau oleh Pertamina.