Menurut Bahlil, momentum penguatan harga komoditas harus dimanfaatkan dengan baik. "Idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga harus banyak.

Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyat juga bisa mendapat dampak positif," katanya.

Evaluasi terhadap kuota tambang akan berjalan dinamis untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. "Kita akan melakukan relaksasi yang terukur.

Kalau harganya bagus, kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok, kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand bisa dijaga," imbuh Bahlil.

Pemerintah menjamin kebijakan memacu produksi tidak akan mengganggu alokasi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk sektor kelistrikan dan industri strategis nasional.

"Untuk domestik, pasti semuanya akan kita penuhi. Sekarang tidak ada persoalan terutama pada sektor PLN, pupuk, dan industri lainnya," tegas Bahlil.

Hingga saat ini, kuota nasional berada pada kisaran 600 juta ton. Otoritas belum menetapkan angka pasti untuk tambahan volume ke depan.

>>> Raul Jimenez Cetak Gol Emosional untuk Meksiko di Piala Dunia 2026

"Nanti kita lihat perkembangannya," pungkas Bahlil.