Tingkat utang relatif rendah dengan gearing ratio hanya 0,3 kali, memberikan ruang untuk melanjutkan ekspansi.

Alif menilai kombinasi pertumbuhan laba, arus kas kuat, dan struktur permodalan sehat membuat prospek MDIY tetap menarik.

Dengan dividen Rp17,62 per saham, dividend yield diperkirakan di kisaran 2,2%.

"Di tengah volatilitas pasar, keberadaan dividen dapat menjadi sentimen tambahan yang positif.

Investor tidak hanya memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan bisnis, tetapi juga mendapatkan aliran kas melalui dividen," kata Alif.

Prospek semakin diperkuat oleh strategi operasional yang agresif menjaga daya saing.

Di tengah kenaikan harga minyak dan bahan baku global, MDIY menegaskan tidak akan menaikkan harga jual kepada konsumen.

Direktur Utama MDIY Edwin Cheah mengatakan kondisi ini menandai pembagian dividen perdana sejak perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Keputusan ini didukung oleh kinerja tahun buku 2025 yang mencatat laba bersih Rp1,1 triliun.

"Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp17,62 per saham.

Ini merupakan pembagian dividen perdana sejak perseroan tercatat di bursa," ujarnya melalui keterangan RUPST, Kamis (11/6/2026).

>>> EPOS IMPACT 100 Wired Headset Hadir dengan Mikrofon Lebih Baik dan Konektivitas USB Ganda

Pembagian dividen juga mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan. Kepercayaan pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang terus dijalankan secara disiplin.