Rupiah dan Won Menguat Terhadap Dolar AS pada 10 Juni 2026
Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan tengah pekan ini.
Mata uang Garuda mencatatkan kenaikan sebesar 0,25 persen ke posisi Rp 17.930 per dolar AS.
>>> Pemerintah Permanenkan Tarif PPh Final UMKM 0,5 Persen
Angka tersebut lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 17.975 per dolar AS.
Penguatan rupiah diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Won Korea Selatan memimpin penguatan setelah melonjak 0,69 persen ke level 1.521,1 per dolar AS.
Sebelumnya, won ditutup di angka 1.531,6 per dolar AS.
Selain rupiah dan won, beberapa mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS.
Ringgit Malaysia naik 0,17 persen ke posisi 4,057, yuan China menguat 0,11 persen ke level 6,765, dan dolar Singapura naik 0,09 persen ke angka 1,285 per dolar AS.
Meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pendorong utama penguatan mata uang Asia.
>>> Aplikasi Resmi dan Mesin Pencari Mudahkan Cek Live Score Piala Dunia 2026
Sentimen positif ini berpotensi meredakan tekanan terhadap harga energi global sekaligus mengurangi kekhawatiran inflasi di AS.
Namun, tidak semua mata uang kawasan bergerak di zona hijau.
Yen Jepang melemah 0,19 persen ke level 160,23 per dolar AS, peso Filipina turun 0,15 persen ke angka 61,062, dolar Taiwan melemah 0,12 persen ke posisi 31,67, dan baht Thailand turun tipis 0,02 persen ke level 32,815 per dolar AS.
Meskipun mencatatkan performa positif pada perdagangan Rabu, sebagian besar mata uang Asia sejatinya masih mengalami depresiasi terhadap dolar AS sejak awal tahun berjalan.
Rupiah bahkan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan setelah terdepresiasi sekitar 7,03 persen dari posisi akhir 2025 yang berada di level Rp 16.670 per dolar AS.
Pelemahan yang lebih dalam dari rupiah hanya dialami oleh won Korea Selatan yang merosot 5,36 persen serta rupee India yang jatuh 6,15 persen sepanjang tahun berjalan.
>>> The Palace Jeweler dan Huawei Luncurkan Koleksi Perhiasan Serenata
Sebaliknya, yuan China tampil sebagai mata uang dengan performa terbaik di kawasan setelah berhasil menguat sekitar 3,3 persen terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
Update Terbaru
Dikeroyok Massa hingga Tewas di Tabanan, Sosok Pencuri Ayam Ini Ternyata Memiliki Catatan Kriminal sebagai Residivis
Senin / 27-07-2026, 15:12 WIB
10 Peristiwa Bersejarah 27 Juli: Dari Kudatuli, Penemuan Insulin, hingga Hari Jadi Kota Kediri yang Mengubah Dunia
Senin / 27-07-2026, 15:08 WIB
Viral di Threads, Hanum Mega Bongkar Sifat Asli Endang Yustika: Sosok di Balik Biu.Costore yang Kini Dicibir Warganet
Senin / 27-07-2026, 14:31 WIB
Viral! Niat Foto Bareng Pejabat Kampus, Mahasiswi UINSA Surabaya Malah 'Meluncur' dari Panggung Wisuda
Senin / 27-07-2026, 14:27 WIB
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Agustus 2026: Cek Fakta Long Weekend dan Hari Besar Keagamaan
Senin / 27-07-2026, 13:20 WIB
IHSG Terkoreksi ke 6.173, 312 Saham Melemah di Sesi I
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Alfin Daniel Yakin Timnas Voli Indonesia Bisa Ganas di Asian Games 2026
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Residivis Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok, Polisi Tabanan Tetapkan 5 Tersangka
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Insiden Ambruknya Tribun di Ajang Drift Purwokerto, 90 Korban
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Pertamina MRS 2026: Arena Pembalap Muda Indonesia Menuju Level Dunia
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Minecraft Java Edition Kini Butuh RAM 8 GB, PC 4 GB Tak Lagi Cukup
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Xiaomi Hentikan Dukungan untuk 10 Perangkat, Termasuk Xiaomi 12 dan Poco X5
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Bank bjb Buka Peluang Dapat Tiket BRODER50 2026, Ini Ketentuannya
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB







