Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,28 persen ke level 5.886,03 pada perdagangan Kamis (11/6).

Pelemahan IHSG dipicu oleh merosotnya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

>>> Bank Dunia: Kualitas Lapangan Kerja Hambat Pertumbuhan Kelas Menengah

Namun, penurunan indeks tertahan oleh penguatan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII).

Investor asing mencatat aksi jual bersih senilai Rp261,60 miliar di pasar reguler dan Rp252,65 miliar di seluruh pasar.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, enam sektor berakhir di zona negatif. Sektor bahan baku mengalami penurunan terdalam sebesar 4,27 persen.

Sementara itu, sektor keuangan menjadi penguat utama dengan kenaikan 1,36 persen pada akhir perdagangan.

Di bursa Amerika Serikat, Dow Jones naik 1,86 persen ke level 50.848, S&P 500 naik 1,75 persen ke 7.394, dan Nasdaq melesat 2,54 persen ke 25.809.

Pelaku pasar domestik saat ini fokus pada aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM serta tuntutan efisiensi program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Situasi ini diperkirakan membuat investor lebih selektif terhadap aset dalam negeri karena tekanan pada nilai tukar rupiah. ETF EIDO bergerak mendatar, sementara MSCI Indonesia menguat 0,60 persen.

Korporasi: SDPC, ENRG, dan IPCC

PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) membidik pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026 setelah meraih pendapatan Rp4,11 triliun tahun sebelumnya.

Perusahaan sedang merampungkan gudang pusat terintegrasi baru di Bintara, Bekasi dengan kapasitas tiga kali lebih besar.