Namun, data awal dari perusahaan analis CoStar menunjukkan tingkat keterisian kamar hotel di seluruh kota penyelenggara hanya terkerek naik tipis sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Dandapani membeberkan bahwa sejumlah pelaku usaha perhotelan di kota New York terpaksa mengguyur pasar dengan diskon yang masif.

Langkah ini diambil demi merangsang minat pasar dan mengisi kamar-kamar yang masih kosong.

Sebagai contoh, New York Hilton Midtown yang memegang status sebagai hotel terbesar di kota tersebut memotong harga sewa kamar selama masa turnamen menjadi US$ 415 per malam.

Angka tersebut turun hingga setengah dari harga penawaran awal yang sempat dipasang pada bulan Desember lalu.

Pada bulan April, manajemen Hilton menyatakan bahwa mereka sebenarnya masih melihat adanya tren permintaan pemesanan yang solid, khususnya untuk area New York.

>>> Asing Borong Saham BBCA Rp 387,9 Miliar saat IHSG Melemah

Sementara itu, pihak Marriott pada bulan Mei mengindikasikan masih banyak potensi pesanan kamar yang masuk lantaran jadwal pertandingan untuk fase gugur akhir turnamen belum dipastikan.