Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Akibat Pemborosan Rp1 Triliun per Bulan
Pemerintah melakukan pembenahan total terhadap tata kelola dan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini menyusul temuan pembengkakan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memicu pemborosan anggaran negara hingga Rp1 triliun per bulan.
>>> Enam Wakil Indonesia Bersiap Hadapi Perempat Final Australian Open 2026
Lonjakan jumlah titik dapur yang tidak terkendali diduga berkaitan dengan praktik jual beli titik pelayanan yang kini tengah diusut kejaksaan.
Selain efisiensi anggaran, pemerintah juga memprioritaskan penyaluran program agar lebih tepat sasaran ke wilayah tertinggal.
Pembengkakan Titik SPPG
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa penambahan ribuan titik SPPG baru di luar rencana awal menjadi penyebab utama pembengkakan anggaran operasional.
Rencana awal sebanyak 21 ribu titik, namun kini sudah mencapai 27.877 titik, terjadi penambahan 6.877 titik.
Pelonjakan signifikan juga terjadi pada area khusus 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Awalnya didata 2.000 titik, tetapi membengkak menjadi 8.617 titik, dan 6.138 titik di antaranya sudah memiliki SK dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Zulkifli merinci dampak penambahan ilegal tersebut terhadap keuangan negara.
Dengan asumsi biaya Rp6 juta per titik per hari, penambahan 6.877 titik menyebabkan pengeluaran lebih Rp1 triliun per bulan, atau Rp12 triliun per tahun.
Refocusing Penerima Manfaat
Penataan juga menyasar segmentasi penerima manfaat karena ditemukan ketimpangan distribusi antara sekolah pinggiran dan sekolah elite.
Zulkifli menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang sudah baik tidak memerlukan makan bergizi, sementara wilayah terpencil yang membutuhkan justru belum terjangkau.
Kondisi higienitas dapur juga menjadi poin evaluasi ketat. Pemerintah menerapkan zero tolerance terhadap keamanan pangan dan tidak mentolerir lagi kasus keracunan.
Update Terbaru
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:04 WIB
Son Heung-min Pimpin Korea Selatan Hadapi Republik Ceko di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:02 WIB
Moh Zaki Ubaidillah Lolos ke Babak Kedua Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:01 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Jumat
Jumat / 12-06-2026, 08:01 WIB
ECB Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 2,25 Persen
Jumat / 12-06-2026, 08:00 WIB
AS dan Iran Negosiasikan Kesepakatan Damai di Tengah Eskalasi Militer
Jumat / 12-06-2026, 08:00 WIB
Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas Bundaran HI Imbas Demo Mahasiswa
Jumat / 12-06-2026, 07:57 WIB
Michael Carrick Rombak Strategi Lini Tengah Manchester United
Jumat / 12-06-2026, 07:57 WIB
Hong Myung-bo Rilis Daftar Nomor Punggung Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:57 WIB
Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Imbas Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 07:57 WIB
IPO Raksasa Teknologi Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto
Jumat / 12-06-2026, 07:57 WIB
Saham BBRI Melemah ke Rp2.850 Setelah Sempat Menguat
Jumat / 12-06-2026, 07:56 WIB
Kenaikan Harga Batu Bara Dorong Penyesuaian Harga Semen
Jumat / 12-06-2026, 07:56 WIB
Hong Myung-bo Umumkan 26 Pemain Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:52 WIB






