Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Tabungan Negara (BTN) akan menggelar BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu dan Minggu, 13–14 Juni 2026.

Kompetisi lari ini diikuti oleh lebih dari 45.000 pelari domestik serta 1.012 peserta internasional yang berasal dari 52 negara.

>>> PB Akuatik Indonesia Rampungkan Persiapan Kejuaraan Renang di Bali

Jadwal dan Kategori Lomba

Pada hari pertama, Sabtu (13/6/2026), akan digelar kategori 5K dan 10K.

Sementara itu, kategori Half Marathon dan Marathon akan berlangsung pada hari kedua, Minggu (14/6/2026).

Kategori Half Marathon menjadi yang paling diminati dengan total 16.400 peserta.

Disusul kategori 10K sebanyak 15.000 orang, Marathon 8.600 orang, dan 5K diikuti 5.500 pelari.

Dari sektor domestik, DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang peserta terbanyak dengan 14.750 pelari, diikuti Jawa Barat 12.030 orang, dan Banten 5.340 orang.

Antusiasme Peserta dan Target ke Depan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat membuktikan ajang ini telah menjadi salah satu acara olahraga tahunan yang paling dinantikan.

"Tahun lalu saya bercanda menargetkan 45 ribu, dan alhamdulillah dalam waktu singkat terjual semua. Bahkan masih ada yang ingin mengantre mendapatkan slotnya.

>>> 5 Pilihan Mini Proyektor dan TV untuk Nobar Piala Dunia 2026

Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa," ujar Pramono.

Tiga negara dengan jumlah peserta internasional terbanyak adalah Malaysia (407 pelari), Singapura (133 pelari), dan Korea Selatan (54 pelari).

Pramono mencatat adanya pergeseran tren partisipasi.

"Dulu orang kita berlomba-lomba ikut marathon di Singapura. Sekarang warga Singapura, Malaysia berlomba-lomba ikut maraton di Jakarta," katanya.

Direktur Utama BTN menargetkan peningkatan jumlah pelari internasional dan total kuota peserta untuk tahun depan. "Pak Gubernur titip KPI tahun depan harus 50 ribu peserta lari.

Kami kerja keras," ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas

Untuk kelancaran perlombaan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Kawasan jalan utama seperti Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said akan disterilkan dari kendaraan bermotor selama perlombaan.

>>> Vidio Gelar Nonton Bareng Final Roland Garros 2026 Bersama Komunitas Tenis

"Sabtu dan Minggu tidak ada car free day karena semua jalur akan disterilkan supaya para pelari bisa menikmati lari dengan nikmat," ujar Pramono.