Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menerapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan dan pembaruan regulasi menjelang Piala Dunia 2026.

Turnamen ini akan digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

>>> Timnas Brasil Abaikan Status Bukan Unggulan di Piala Dunia 2026

Langkah ini diambil untuk meningkatkan objektivitas di lapangan dan meminimalisir kesalahan manusia. Demikian dilansir dari Investor Daily.

Teknologi AI yang Diterapkan

Sistem termutakhir yang diperkenalkan meliputi Advanced Semi-Automated Offside Technology. Teknologi ini mendeteksi posisi offside secara instan melalui pelacakan pemain tiga dimensi.

Selain itu, ada asisten generatif Football AI Pro untuk analisis performa. FIFA juga menghadirkan fitur Referee View pada kamera wasit.

>>> Timnas U19 Indonesia Tahan Imbang Australia di Babak Pertama Semifinal

Pemindaian tubuh untuk Avatar 3D Pemain dan bola resmi TRIONDA yang ditanami sensor gerak juga digunakan. Bola ini terintegrasi dengan sistem VAR.

Perluasan Intervensi VAR dan Aturan Baru

FIFA memperluas intervensi VAR untuk kartu kuning kedua, identitas pemain, dan pelanggaran dalam situasi tendangan sudut. Regulasi kedisiplinan juga diperketat.

Pemain dilarang menutup mulut saat berkonfrontasi untuk memantau tindakan rasisme. Manajemen waktu ketat diterapkan untuk lemparan ke dalam dan pergantian pemain.

>>> Inna Sri Sugiati Sukses Kembangkan Bisnis Asinan Fermentasi Niekting

Prosedur pemulihan medis minimal satu menit di luar lapangan juga diberlakukan. Selain itu, ada kewajiban jeda air minum pada menit ke-22 setiap babak.