Inna Sri Sugiati (60) berhasil mengembangkan bisnis asinan fermentasi di tengah maraknya kuliner modern. Usaha legendaris ini menghidupkan kembali resep warisan keluarga menjadi produk inovatif yang ramah lingkungan.

Berlokasi di Jalan Pancoran Timur Raya No. 50, Pengadegan, Jakarta Selatan, usaha ini mengusung jenama Niekting.

>>> Timnas Indonesia U19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026

Nama tersebut merupakan gabungan dari kata Niniek yang berarti nenek dalam bahasa Sunda dan Ting dari panggilan sang ibu.

Aroma cuka, cabai, serta potongan buah dan sayur segar telah akrab dalam kehidupan masa kecil Inna. Sang ibu, Tien Hamsini, telah merintis bisnis asinan tersebut sejak tahun 1970.

Inna kemudian melanjutkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini pada tahun 2019. Usaha kuliner tersebut kini berkembang dan naik kelas setelah bergabung menjadi binaan Rumah BUMN BRI.

Perjalanan Mengurus Orang Tua hingga Berwirausaha

Perjalanan Inna dalam meneruskan usaha kuliner asinan ini berawal dari sebuah pilihan hidup yang penuh keikhlasan.

Ia sebelumnya merupakan seorang pekerja kantoran yang mapan di salah satu perusahaan ibu kota.

Garis hidup Inna berubah ketika sang ayah tiba-tiba mengalami serangan stroke. Sebagai satu-satunya anak yang tinggal di ibu kota, ia memilih mengalah untuk merawat orang tuanya.

"Saudara saya yang lain ada di Ciamis dan Bekasi. Mau nggak mau berarti saya harus ngalah.

Akhirnya yaudah saya kerjanya di rumah aja," kenang Inna kepada detikcom belum lama ini.

Rutinitas baru sebagai ibu rumah tangga sempat memicu rasa jenuh pada diri Inna. Kondisi tersebut menuntunnya untuk bergabung dalam program pembinaan kewirausahaan demi mempelajari cara berbisnis dari rumah.