Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Pihak imigrasi AS melarang wasit terbaik Afrika 2025 itu masuk karena dugaan hubungan dengan anggota terorisme.

>>> Timnas U19 Indonesia Gagal ke Final ASEAN U19 Championship 2026

Artan semula masuk dalam daftar 52 wasit pilihan FIFA untuk Piala Dunia 2026.

Petugas perbatasan AS memulangkannya ke Istanbul sebelum akhirnya ia kembali ke Somalia.

Masyarakat setempat menyambut kepulangan pria 34 tahun itu bak pahlawan sebagai dukungan moral.

Di tengah situasi sulit, UEFA memberikan kejutan dengan menunjuk Omar Artan sebagai wasit utama Piala Super Eropa 2026.

Artan dijadwalkan memimpin pertandingan antara Paris Saint-Germain melawan Aston Villa di Salzburg pada 12 Agustus mendatang.

>>> Raharja Energi Cepu Rampungkan Akuisisi Blok Migas Madura Strait

Langkah UEFA ini diambil berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani dengan CAF untuk memperkuat kerja sama perwasitan.

"Keputusan untuk menunjuk Artan sebagai wasit pertandingan Piala Super UEFA telah dibuat dalam kerangka MoU antara UEFA dan CAF," tulis UEFA dalam rilis resmi.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memuji Artan sebagai pengadil muda yang sarat pengalaman di kompetisi tertinggi Afrika.

"Omar Artan adalah wasit muda luar biasa yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi CAF," kata Ceferin.

>>> Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke SWS International E-Finals 2026

Presiden CAF Patrice Motsepe juga mengapresiasi pencapaian Artan. "Ia telah membuat Somalia dan seluruh Afrika bangga," ujarnya.