Langkah keras tersebut mencakup rencana pengambilalihan infrastruktur minyak dan gas bumi di negara itu.

Pernyataan ini langsung memicu kenaikan harga minyak mentah dan menambah kecemasan inflasi global.

Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato, memandang pelaku pasar saat ini tengah berupaya menemukan titik keseimbangan baru setelah mengalami tekanan hebat beberapa hari terakhir.

"Pasar mungkin sudah mengalami aksi jual berlebihan dalam beberapa hari terakhir, sehingga kini terjadi pemulihan," ujarnya.

Di sudut lain bursa, saham sektor perangkat lunak justru bergerak melawan arus dan menjadi penahan laju penguatan pasar.

Saham Oracle anjlok signifikan sebesar 12,5%.

>>> Bruno Fernandes dan Roy Keane Berdamai Lewat Telepon

Koreksi tajam Oracle terjadi setelah manajemen memaparkan rencana belanja modal tahun fiskal 2027 yang nilainya melebihi proyeksi para analis.

Pelemahan ini turut menyeret saham teknologi lainnya.

Saham AppLovin, Atlassian, ServiceNow, Salesforce, dan Adobe ikut tertekan ke zona merah.

Kelompok saham tersebut mencatat penurunan harga berkisar antara 2% hingga 3%.

Data Ekonomi dan Prospek ke Depan

Indikator makroekonomi teranyar dari Amerika Serikat juga tidak luput dari perhatian para pemodal.

Indeks harga produsen melonjak lebih tinggi dari estimasi pada periode Mei.

Kenaikan tahunan tersebut mencetak rekor lompatan terbesar dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun.

Di saat bersamaan, laporan klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan peningkatan tipis.

Data ekonomi ini memperkuat proyeksi bahwa bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan dalam pertemuan berkala pada pekan depan.

Namun, pelaku pasar masih memproyeksikan kenaikan 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Tantangan makro juga datang dari skala global setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.