Liga Universitas (UniLeague) 2026 kembali menyajikan dua pertandingan sengit pada akhir pekan lalu. STKIP Pasundan Cimahi dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) berhasil meraih kemenangan di wilayah masing-masing.

STKIP Pasundan Cimahi menundukkan UPI dengan skor tipis 2-1. Sementara itu, UKI mengalahkan UMJ dengan keunggulan 3-1.

>>> Fabio Capello Soroti Pengaruh Iklim di Piala Dunia 2026

Hasil tersebut mengukuhkan posisi STKIP Pasundan Cimahi di puncak klasemen sementara regional Bandung. Tim ini mengoleksi 18 poin dari enam pertandingan.

Di regional Jakarta, UKI juga memimpin dengan raihan 18 poin, namun dari tujuh laga yang telah dimainkan.

Dukungan PBB dan Kemenlu

Pertandingan regional Bandung digelar di Stadion Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Sumedang. Sementara laga Jakarta berlangsung di Lapangan UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan.

Sebelum kick-off, para pemain dari kedua tim saling merangkul sebagai simbol sportivitas. Momen ini menjadi bagian dari kampanye perdamaian dan kesehatan mental yang diusung turnamen.

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, memberikan apresiasi atas energi positif yang ditunjukkan para pemain muda. "Permainannya luar biasa penuh semangat, penuh suportivitas.

>>> FIFA Respons Pencabutan Tiket Piala Dunia 2026 bagi Suporter Iran

Ada energi positif di stadion dari para anak muda. Sangat-sangat bagus, saya harap UniLeague bisa menjadi contoh dunia," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Luar Negeri RI.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Heru Hartanto Subolo, menilai sepak bola sebagai instrumen diplomasi yang efektif.

"Banyak sekali peran yang bisa dilakukan para pemuda khususnya bidang diplomasi. Bagaimana pemuda membangun diplomasi perdamaian, dengan sepak bola menjadi medianya, pengenalan lawan, sportivitas, dan kompetensi," kata Heru.

>>> Timnas Indonesia U-19 Siap Patahkan Rekor Buruk Lawan Australia

Sebelum laga, para kapten tim juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan solidaritas. Hal ini memastikan kompetisi tidak hanya menjadi ajang perebutan kemenangan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.