FIFA langsung bergerak setelah alokasi tiket resmi untuk suporter Timnas Iran pada Piala Dunia 2026 dicabut secara mendadak.

Pembatalan sepihak itu terjadi hanya beberapa hari menjelang turnamen dimulai.

>>> Timnas Indonesia U-19 Siap Patahkan Rekor Buruk Lawan Australia

Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) menyatakan pembatalan jatah tiket sebesar 8 persen yang biasa diperoleh negara peserta berdampak langsung pada penggemar.

Para suporter yang sudah mengikuti prosedur resmi kini kehilangan akses masuk ke stadion.

"Banyak suporter Iran telah menyusun rencana perjalanan untuk menyaksikan pertandingan setelah mengikuti mekanisme resmi," kata FFIRI dalam pernyataannya, Kamis (11/6/2026).

FFIRI menilai kebijakan itu mencederai nilai sportivitas. "Menghalangi suporter Iran mendapatkan alokasi tiket resmi bertentangan dengan semangat kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan," tulis mereka.

Organisasi sepak bola Iran menduga ada motif di luar olahraga yang memengaruhi keputusan ini. "Muncul pertanyaan serius mengenai campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik," lanjut FFIRI.

FIFA Cari Solusi Bersama Iran

Menanggapi situasi tersebut, FIFA menyatakan sedang mengupayakan jalan keluar bersama perwakilan Iran.

>>> Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru Non-ASN Menjadi Rp 2 Juta

"FIFA bekerja sama erat dengan FFIRI untuk mengidentifikasi solusi guna memaksimalkan peluang suporter Iran menghadiri pertandingan," ungkap FIFA.

Langkah penyelesaian terus dikoordinasikan di level petinggi kedua organisasi.

"Dengan tim kini berada di Meksiko, FIFA akan terus berdialog dan bekerja sama dengan FFIRI untuk memastikan pengalaman positif," ujar perwakilan FIFA, Grafstrom.

Sebelum isu tiket mencuat, persiapan Iran sudah terganggu konflik regional akibat serangan udara AS dan Israel pada Februari lalu.

Markas tim pun dipindahkan ke Meksiko.

>>> BEM UI Demo di Bundaran HI Besok, Polisi Siapkan Rute Alternatif

Skuad Iran dijadwalkan melakoni laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026.