Dia menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan jawaban dan perjuangan sebagai bukti rasa rindunya kepada anak-anak.

"Gue sudah menghindari namanya mall, supaya nggak ke-trigger mata gue liat anak kecil. Kita terbiasa dengan anak-anak pasti kegesek hatinya.

Melihatnya juga cuma ya ini yang lagi gue rasain. Gue ngomong sejujur-jujurnya," tegasnya.

Lebih lanjut, pria berusia 42 tahun ini menduga ada pihak lain yang memengaruhi atau memprovokasi Sarwendah dalam menghadapi konflik keluarga ini.

Ruben menyatakan dirinya memahami karakter ibu dari anak-anaknya dan menilai perubahan sikap ini terjadi karena adanya pengaruh luar.

"Kalau memang mau ini bisa selesai, cuma satu doang pertanyaannya itu doang, soal anak," tegasnya.

Ruben juga menyampaikan pesan khusus kepada Betrand Peto yang kini tinggal bersamanya.

Dia meminta putra angkatnya tersebut untuk tetap menjadi pribadi yang baik dan kuat, serta menjaga adik-adiknya, Thalia dan Thania, yang masih kecil.

"Jadi menurut gue, udah-udah ini anak gue, itu darah daging gue, guenya masih hidup. Lo yang sibuk baper-baperan its oke, jangan bilang gue cemburu, gue dipoinnya cuma anak.

Ketika lu punya lempar lagi, gue punya hak menjawab. Mau suka atau tidak, percaya atau tidak, gue nggak cari itu.

Ketika gue nggak bisa jelaskan langsung, ucapan ini jadi bukti untuk anak gue, ada perjuangan ayahnya ke mereka, ada perjuangan ayahnya ke anak buat bilang rindu," jelas Ruben.

Ruben mengakhiri keterangannya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Betrand Peto selama masa sulit ini.

Dia menegaskan peranannya yang kini hanya berada pada batas mengingatkan karena putranya sudah tumbuh dewasa.