Mengenai nafkah senilai lebih dari Rp200 juta yang menggunakan sistem reimburse, Ruben menegaskan haknya untuk mengetahui rincian pengeluaran demi transparansi masa depan anak-anak mereka.

Penegasan ini disampaikan agar tidak timbul asumsi negatif.

"Tapi gue berhak untuk tanya, 'Ini apa? Ada ini segini, mana rinciannya?'

Kita kerja sama dari sisi situnya. Tidak setiap abis tanya sesuatu, ribut.

Giliaran gue kepancing langsung dibilang gue pemarah, emosional, tapi kok lama-lama gue lihat, 'Dulu lo ayah gue, sekarang nggak'," tuturnya.

Ruben menambahkan bahwa permintaan rincian tersebut bukan karena dirinya pelit, melainkan sebagai bukti tertulis pertanggungjawabannya sebagai ayah jika kelak anak-anaknya mempertanyakan pemenuhan nafkah dari dirinya.

"Gue berhak untuk tanya (rincian pengeluaran), dengan tujuan, sekarang kita sudah sendiri-sendiri, sehingga nanti kalau suatu saat anak gue bertanya, 'ayah enggak pernah gini?'

Enggak kok, ayah ada ini (buktinya)," kata Ruben Onsu dalam program Brownis di Trans TV.

Hindari Mall dan Dugaan Pengaruh Pihak Luar

Dalam penjelasannya mengenai situasi emosional yang dihadapi, Ruben mengakui dirinya sengaja menghindari pusat perbelanjaan agar tidak terpicu kesedihan saat melihat anak-anak kecil.

Masalah ini mencuat saat dirinya secara jujur menjawab pertanyaan media mengenai intensitas pertemuan dengan anak-anaknya.

"Untuk hal yang terjadi apa yang jadi men-trigger, secara detail gue kurang paham.

Saat itu lagi ditanya tentang anak, kan lu mau ngomong, 'Oh iya baik-baik aja', ya memang baik. 'Kapan ketemu anak?'

>>> Smoking Behind the Supermarket with You Rilis Trailer Utama, Tayang 9 Juli

Ya belum. Akhirnya itu yang jadi gorengan, cuma gue jawab sejujur-jujurnya," kata Ruben Onsu.

Ruben menegaskan fokus utamanya saat ini hanyalah urusan anak, bukan karena rasa cemburu terhadap kehidupan baru mantan istrinya.