Kasus Everton Berpotensi Picu Gelombang Tuntutan Hukum Terhadap Manchester City
Kasus hukum yang melibatkan 115 dakwaan terhadap Manchester City memasuki babak baru yang krusial. Perkembangan ini mencuat setelah adanya keputusan hukum dari perkara terpisah antara Everton dan Burnley.
Everton baru saja diwajibkan membayar ganti rugi senilai 40 juta paun kepada Burnley. Putusan tersebut dijatuhkan setelah Everton dinyatakan bersalah dalam sengketa pelanggaran Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).
>>> Tiga Negara Tuan Rumah Siap Gelar Pembukaan Piala Dunia 2026
Langkah hukum Burnley didasarkan pada argumen bahwa sanksi pengurangan poin Everton seharusnya berlaku pada tahun 2022.
Jika hal itu terjadi, Burnley dipastikan bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris, sedangkan Everton akan terdegradasi.
Pergeseran posisi di klasemen tersebut dinilai mengubah peta pendapatan finansial kedua tim secara signifikan. Burnley kemudian memenangkan gugatan kompensasi atas hilangnya peluang pendapatan tersebut.
Media The Lawyer melaporkan bahwa regulasi internal Liga Inggris memberikan hak bagi setiap klub untuk mengajukan tuntutan finansial.
Hal ini berlaku jika pelanggaran peraturan oleh satu klub terbukti menimbulkan kerugian bagi klub lainnya.
"Aturan Liga Inggris mengizinkan klub untuk mencari kompensasi dari klub lain atas pelanggaran aturan yang menyebabkan kerugian bagi mereka," tulis laporan tersebut.
Formulasi nominal ganti rugi dalam perkara ini dihitung berdasarkan proyeksi potensi keuntungan yang gagal didapatkan oleh pihak penggugat.
"Besaran ganti rugi dalam kasus semacam ini biasanya dihitung berdasarkan nilai peluang yang hilang dan kemungkinan keberhasilan yang seharusnya didapat," tambahnya.
Landasan hukum ini membuat sejumlah tim kontestan Liga Inggris mulai menyusun strategi hukum serupa untuk menghadapi Manchester City.
Skenario gugatan massal akan berjalan jika kubu The Citizens resmi dinyatakan bersalah atas ratusan dakwaan yang dituduhkan.
Update Terbaru
Max Verstappen Peringkat Kedua di Hungaria, Kritik Regulasi Mesin F1 2026
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Mantan Juara Jeopardy Courtney Shah Meninggal di Usia 52 Tahun
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Xbox Hapus Tiga Game Indie dari Perpustakaan Pemain Akibat Sengketa Penerbit
Minggu / 26-07-2026, 23:56 WIB
Deretan Game PS1 Paling Brutal: Uji Nyali Selesaikan Sampai Tamat
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
Di JF3, Hartono Gan Tampilkan Koleksi 2027 untuk Konsumsi Bijak
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
TikTok Creator Rebecca Luna Meninggal di Usia 49 Tahun Lewat Bantuan Medis
Minggu / 26-07-2026, 23:49 WIB
Sanders dan Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Primer Michigan
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Pilih Bat First di T20I Ketiga Lawan Zimbabwe, Incar Sapu Bersih
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Nottingham Forest Uji Coba Lawan Vitoria Guimaraes di Portugal
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Iran Panggil Kuasa Usaha Ukraina Terkait Serangan Kapal di Laut Kaspia
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Shark Week 2026 Hadirkan 20 Spesial Baru, Ekspedisi Global, dan Kolaborasi K-Pop
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Serangan Mobil di Dekat Festival Pride Berlin, Pemerintah Jerman Janji Tindak Tegas
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB







