Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pandangan dari juru masak selebritas Arnold Poernomo terkait penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru untuk program Makan Bergizi Gratis.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas tata kelola program prioritas pemerintah tersebut, seperti dilansir dari Detik Food.

>>> Tiket Konser BTS Jakarta Ludes 11 Menit, ARMY Antre Ratusan Ribu

Melalui pernyataan di media sosial Instagram dan Threads pada Selasa, 10 Juni 2026, Arnold Poernomo memaparkan tanggapannya setelah pertemuan dengan BGN.

Arnold membenarkan bahwa pihak otoritas telah meminta masukannya mengenai regulasi teknis itu.

"Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan tim sudah review dan pelajari," katanya.

Dia menilai penerapan program pemenuhan nutrisi ini memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, terutama jika diimplementasikan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.

>>> Bloomberg Businessweek Indonesia Soroti Pasar Kerja dan Dominasi AI

Hambatan nyata yang membayangi program ini mencakup manajemen logistik, rantai pasok bahan pangan, hingga kesiapan tenaga kerja di lapangan.

Mantan juri ajang kompetisi memasak ini memandang diperlukan keterlibatan figur lain yang memiliki kapasitas lebih mendalam.

"Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable, dan paham lebih dari saya," ujarnya.

Kendati demikian, seluruh catatan operasional dari hasil evaluasi timnya telah diserahkan langsung kepada BGN.

>>> Ulama Jelaskan Hukum Menikah Bulan Suro dan Mitos Kesialan Muharram

Arnold berharap pelaksanaan program nasional ini dapat berjalan dengan strategi yang lebih matang ke depannya.