Menyambut 1 Muharram 1448 H di Penghujung Zulhijah

Jumat terakhir sebelum pergantian tahun Hijriah menjadi momen yang tepat untuk memperkuat ketakwaan dan melakukan evaluasi diri. Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, bulan pertama dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

Di penghujung Zulhijah ini, setiap Muslim diajak mempersiapkan diri menyambut tahun baru Hijriah bukan sekadar dengan seremonial, melainkan dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

>>> UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham BRPT Jadi Rp2.700

Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan

Allah SWT telah menetapkan dua belas bulan dalam setahun, dan empat di antaranya termasuk bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan tersebut.

Pada bulan-bulan mulia itu, umat Islam diperintahkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan maksiat dan memperbanyak kebaikan. Amal saleh memiliki nilai yang lebih besar, sementara pelanggaran dan dosa juga menjadi perkara yang harus lebih diwaspadai.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT telah menetapkan kemuliaan bulan-bulan tertentu sejak penciptaan langit dan bumi. Karena itu, seorang Muslim dituntut menjaga diri dari kezaliman terhadap dirinya sendiri dengan meninggalkan dosa dan memperbanyak ketaatan.

Momentum Membuka Lembaran Baru

Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan kesempatan untuk menata kembali perjalanan hidup. Muharram mengajarkan pentingnya hijrah dalam makna yang lebih luas, yakni berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.