Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,35% atau 20,44 poin ke level 5.922,82 pada pukul 09.01 WIB.

>>> Penyebab GoPay Pinjam Ditolak dan Cara Mengatasinya agar Disetujui

Indeks sempat menyentuh level terendah 5.898,34 dan tertinggi 5.926,34 pada awal sesi.

Sebanyak 326 saham tercatat menguat, 133 saham melemah, dan 200 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.423,88 triliun.

Saham Big Caps Pendorong Utama

Sektor saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak IHSG pagi ini.

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) memimpin dengan kenaikan 4,77% ke Rp188.750, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 3,56% ke Rp2.910.

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menguat 1,88% ke Rp1.630, PT Astra International Tbk. (BBCA) naik 0,85%, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terapresiasi 0,60%, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah 0,29%.

Meski menguat, IHSG diperkirakan menghadapi tekanan dari eksternal. Pergerakan indeks diproyeksikan menguji resistansi psikologis di level 6.000.

>>> IATA Pertimbangkan Kunci Bagasi Kabin Saat Darurat karena Penumpang Utamakan Barang

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 2,71% ke 5.902,38. Namun, aksi beli tersebut diiringi net sell investor asing sebesar Rp3,13 triliun.

Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, menyebut IHSG berpotensi menguji level 6.000 secara teknikal.

Analisis teknikal BNI Sekuritas menempatkan support di rentang 5.750–5.840 dan resistance di 6.000–6.050.

Tekanan berat datang dari bursa AS setelah indeks Wall Street anjlok.

Dow Jones turun lebih dari 900 poin (1,87%), S&P 500 melemah 1,62%, dan Nasdaq Composite jatuh 1,98%.

>>> Honda Accord Genap Berusia 50 Tahun, Ini Perjalanan Sedan Legendaris

Sentimen negatif dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam aksi militer lebih keras terhadap Iran, memicu kekhawatiran investor global.