Sejumlah pemain senior Real Madrid dilaporkan mendesak manajemen klub untuk menjual gelandang Federico Valverde pada bursa transfer musim panas ini.

Desakan ini muncul setelah pecahnya konflik internal antara Valverde dengan rekan setimnya, Aurelien Tchouameni.

>>> Real Madrid Siapkan Revolusi Besar Usai Gagal Raih Trofi

Ketegangan di ruang ganti Los Blancos memuncak pekan lalu hingga menyebabkan Valverde mengalami cedera kepala dan harus menepi dari lapangan.

Manajemen klub telah menjatuhkan sanksi denda masing-masing sebesar 500 ribu euro kepada kedua pemain tersebut.

Meskipun proses disiplin dinyatakan selesai, dampak insiden tersebut terus berlanjut.

Hubungan Valverde dengan beberapa rekan setimnya dikabarkan semakin memburuk setelah pertikaian fisik terjadi.

Para pemain senior menilai situasi di dalam skuad sudah tidak kondusif dan sulit dipertahankan jika Valverde tetap bertahan.

Internal klub cenderung menyalahkan pemain berusia 27 tahun tersebut karena dianggap sebagai pihak yang memicu ketegangan.

>>> FIFA Tetapkan 16 Stadion untuk Piala Dunia 2026

Valverde dituduh berulang kali memancing emosi Tchouameni selama sesi latihan, mulai dari melontarkan tudingan hingga melakukan tekel keras.

Ia juga dituding menuduh pemain asal Prancis itu membocorkan cerita internal ke media sebelum terjadi bentrokan fisik.

Manajemen Real Madrid masih mempertimbangkan keputusan ini dengan matang mengingat kontribusi besar Valverde dalam beberapa musim terakhir.

Valverde masih terikat kontrak jangka panjang bersama klub hingga tahun 2029.

Posisi tawar Real Madrid dalam negosiasi transfer berpotensi melemah jika mereka terburu-buru memasukkan sang gelandang ke daftar jual.

>>> Aljazair Kalahkan Bolivia 1-0 Berkat Gol Riyad Mahrez

Performa Valverde pada musim lalu dinilai mengalami penurunan dibandingkan musim-musim sebelumnya.