Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps tengah fokus mengelola potensi ketidakpuasan di antara para pemain depannya yang bertabur bintang menjelang Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil demi menjaga keharmonisan internal tim yang memiliki kedalaman skuad luar biasa di lini serang.

>>> Empat Aplikasi dan Situs untuk Cek Jadwal Piala Dunia 2026

Prancis diberkahi barisan penyerang elite seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Rayan Cherki, Ousmane Dembele, Marcus Thuram, Desire Doue, Jean-Philippe Mateta, Bradley Barcola, hingga Maghnes Akliouche.

Kelimpahan opsi pemain hebat ini memberikan tantangan tersendiri bagi sang pelatih untuk meredam ego individu di dalam skuad Les Bleus.

Mengelola Rasa Frustrasi

"Di Piala Dunia 2022 kan kami sudah punya empat penyerang starter...

ini tentang mengelola rasa frustrasi bagi mereka yang tidak akan jadi starter," ujar pelatih berusia 57 tahun itu kepada the Guardian.

Deschamps menegaskan sulitnya penerimaan pemain terhadap keputusan pelatih, mengingat setiap pesepakbola profesional memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

>>> Bank Mandiri Salurkan KUR Rp30 Juta Juni 2026 Tanpa Agunan

"Selalu sulit untuk menerimanya, karena setiap pemain percaya dia itu lebih baik daripada orang yang bermain di posisinya...

Tanya saja pada pesepakbola elite dan mereka akan mengatakan kepada Anda: 'Kompetisi?

Tentu saja, itu kan bagian dari hidup', tapi itu hanya ketika menyangkut seorang rekan setim; ketika hal itu berdampak kepada mereka secara langsung, rasanya akan lebih rumit," ungkap Deschamps.

Upaya Prancis untuk merengkuh trofi Piala Dunia ketiga mereka dipastikan mendapat ujian berat sejak fase awal.

>>> OJK Resmi Sahkan Pendirian Dana Pensiun Sinarmas Asset Management

Tim ayam jantan dijadwalkan memulai perjuangan di grup maut yang dihuni oleh Senegal, Irak, dan Norwegia.