Kenaikan harga Pertamax sebesar 30 persen menjadi Rp 16.250 per liter berpotensi mendorong pengendara beralih ke bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan (RON) lebih rendah seperti Pertalite.

Namun, perpindahan ini dapat berdampak langsung pada performa kendaraan, terutama sepeda motor.

>>> Aktivis Tommy Robinson Temui Errol Musk di Moskow

Menurut 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Victor Assani, penggunaan BBM dengan RON di bawah rekomendasi pabrikan akan menurunkan tenaga mesin dalam waktu singkat.

"Kendaraan akan terasa tenaganya tidak pada performa terbaiknya seperti pada akselerasi dan power, atau bahkan kita merasakan getaran yang tidak sewajarnya di setang sepeda motor," ujar Victor pada Rabu (10/6/2026).

Kendaraan modern sebenarnya telah dilengkapi sensor pendeteksi kualitas bahan bakar untuk meminimalkan risiko kerusakan melalui penyesuaian waktu pengapian secara otomatis.

>>> AS Bela Sanksi Ekonomi terhadap Kuba, PBB Peringatkan Dampak Kemanusiaan

Namun, penyesuaian tersebut justru membuat mesin tidak optimal, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan tenaga motor berkurang.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah knocking atau suara mengelitik akibat bahan bakar terbakar sebelum waktunya karena tekanan kompresi tinggi di ruang bakar.

Victor menambahkan, indikasi penurunan performa dan getaran tidak wajar lebih mudah disadari oleh pengendara yang biasa menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan.

>>> Wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan Ditolak Masuk AS, Batal Pimpin Piala Dunia 2026

Jika penggunaan BBM beroktan rendah terus berlanjut, risiko kerusakan komponen mesin akan semakin besar.