Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street, Amerika Serikat, ditutup melemah tajam lebih dari satu persen pada perdagangan Rabu (10/6/2026) waktu setempat.

Pelemahan ini dipicu oleh tekanan hebat pada sektor teknologi serta meningkatnya kekhawatiran geopolitik global.

>>> Militer AS Luncurkan Serangan Udara Baru ke Wilayah Iran

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 953,33 poin atau 1,87 persen ke level 49.918,78.

Indeks S&P 500 mengalami pelemahan sebesar 1,62 persen, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi terkoreksi 1,98 persen.

Sektor Teknologi Tertekan

Sektor teknologi menjadi penekan terbesar setelah indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) terpangkas 3,6 persen.

Saham Nvidia dan Broadcom menjadi kontributor utama penurunan tersebut.

Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 tercatat telah turun sekitar 11 persen dari rekor penutupan tertinggi pada awal Juni 2026.

>>> Inggris Hajar Kosta Rika 3-0 di Laga Uji Coba Terakhir

Penurunan kumulatif ini menandakan sektor teknologi telah resmi memasuki fase koreksi akibat sikap hati-hati investor terhadap valuasi saham.

Geopolitik dan Inflasi Perberat Sentimen

Ketidakpastian pasar semakin diperparah oleh risiko geopolitik di Timur Tengah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi respons militer terhadap Iran.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas harga energi global.

Inflasi tahunan AS yang mencapai 4,2 persen pada Mei 2026 juga memperkuat sentimen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi.

Pasar memproyeksikan adanya potensi kenaikan suku bunga acuan tambahan dari The Fed sebelum akhir tahun.

>>> BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar

Situasi makroekonomi ini mendorong investor mulai melakukan rotasi dana ke sektor defensif seperti kesehatan, properti, dan barang kebutuhan pokok.