"Apabila produksi tidak berubah (tidak naik) maka ruang ekspor sawit makin sempit dan ketergantungan pembiayaan biodiesel pada pasar domestik meningkat," jelas dia.

Berdasarkan kalkulasi IPOSS, jika angka produksi jalan di tempat saat B50 berjalan, ekspor terancam merosot hingga 3,5 juta ton.

Kondisi tersebut juga berisiko menurunkan penerimaan dari pungutan ekspor (levy) hingga Rp6 triliun.

Saat ini, total luas lahan sawit nasional tercatat mencapai 16,8 juta hektare, namun tingkat produktivitasnya masih berada di bawah potensi maksimal.

>>> John Herdman Puji Pertahanan Timnas Indonesia Usai Sapu Bersih Kemenangan

Simulasi dari IPOSS menunjukkan, untuk mempertahankan target produksi sebesar 61 juta ton, produktivitas lahan sawit harus dinaikkan dari rata-rata 3,6 ton per hektare menjadi 4,7 ton per hektare.