Manda Disorot Usai Konten Berbayar tentang Sarwendah dan Giorgio Diduga Bocor

Nama Manda kembali ramai dibahas di media sosial setelah sosoknya ikut terseret dalam polemik yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu. Pegawai yang diketahui bekerja untuk Sarwendah itu kini menjadi perhatian karena aktivitasnya di akun media sosial pribadi.

Perbincangan semakin meluas setelah muncul dugaan bahwa Manda memanfaatkan isu yang sedang berkembang antara Sarwendah dan Ruben melalui fitur konten berbayar atau exclusive.

Sejumlah unggahan yang beredar menunjukkan bahwa Manda disebut kerap membagikan momen yang berkaitan dengan kehidupan pribadi Sarwendah, termasuk interaksinya dengan Giorgio Antonio Chandra. Konten-konten tersebut hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah berlangganan.

Pembahasan mengenai akun exclusive milik Manda ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun TikTok pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam unggahan itu diperlihatkan sejumlah cuplikan yang disebut berasal dari konten berbayar milik Manda.

Salah satu cuplikan memperlihatkan percakapan grup yang menyinggung keinginan Giorgio untuk menonton konser F4. Saat menunjukkan isi percakapan tersebut, Manda terdengar memberi keterangan singkat mengenai isi obrolan yang ditampilkan.

Ada pula unggahan lain yang menampilkan pesan dari Sarwendah. Dalam konten tersebut, Manda terlihat memberikan dukungan ketika Sarwendah mengaku lelah menghadapi berbagai komentar negatif yang terus datang kepadanya.

>>> Mengenal Pulau Ndana, Titik Paling Selatan Indonesia di Rote Ndao

"With the fire tha you started in me. It will past Bund, ini gak selamanya kok," tulis Manda dalam unggahan yang beredar.

Setelah berbagai tangkapan layar dan video dari konten exclusive itu menyebar luas, akun Instagram yang dikaitkan dengan Manda, yakni @alamandapj, disebut sudah tidak dapat ditemukan.

Viralnya unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai kehidupan pribadi atasan seharusnya tidak dijadikan materi konten berbayar, sementara yang lain menyoroti kemungkinan persoalan itu dapat memperpanjang polemik yang sudah lebih dulu berkembang di ruang publik.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai beredarnya konten yang diduga berasal dari fitur exclusive tersebut.