Konser BTS di Busan Bikin Polemik, Pemkot Batalkan Pengerahan 915 ASN

Rencana Pemerintah Kota Busan mengerahkan 915 aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu pelaksanaan konser BTS memicu perdebatan di Korea Selatan. Setelah menuai kritik dari berbagai pihak, kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan dan diganti dengan skema sukarelawan.

Konser grup K-Pop BTS dijadwalkan berlangsung di Stadion Sajik, Busan, pada 12 dan 13 Juni 2026. Sebelumnya, ratusan ASN direncanakan bertugas mendukung pengamanan dan pengaturan operasional di sekitar lokasi acara.

Perdebatan muncul setelah seorang pegawai negeri menyampaikan keberatannya melalui komunitas daring pekerja profesional. Ia mempertanyakan alasan pemerintah daerah melibatkan hampir seribu ASN untuk mendukung konser berbayar yang diselenggarakan perusahaan swasta.

Menurutnya, konser tersebut berbeda dengan acara publik yang digelar pemerintah karena merupakan kegiatan komersial yang dijalankan oleh Hybe bersama promotor acara.

>>> Ruben Onsu Tegur Keterlibatan Thalia di Live TikTok, Singgung Peran Joe Octavianus

"Ini bukan pertunjukan jalanan terbuka seperti konser-konser Seoul sebelumnya, ini bukan konser gratis, dan bahkan tidak diselenggarakan oleh Kota Busan. Hybe menyelenggarakan konser komersial untuk mendapatkan keuntungan, jadi mengapa 915 pegawai negeri sipil Busan dikerahkan alih-alih pihak penyelenggara mempekerjakan petugas keamanan dan logistik mereka sendiri?" tulis pegawai tersebut.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu diskusi mengenai batas keterlibatan pemerintah dalam kegiatan hiburan yang dikelola pihak swasta.

Di satu sisi, sebagian kalangan menilai dukungan pemerintah masih diperlukan karena konser BTS diperkirakan menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah maupun luar negeri. Kehadiran massa dalam jumlah besar dinilai membutuhkan koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, dan mengantisipasi gangguan ketertiban.